Tampilkan postingan dengan label Tugas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Januari 2017

Tugas Algoritma dan Pemrograman 3 #Vclass

Asslammu'alaikum wa rahmatullah wa barakatuh,

      Kali ini saya akan posting mengenai tugas vclass saya, yaitu algoritma pada entry data dalam pembukuan identitas. Oke langsung aja ke pembahasan yaaap.

Di bawah ini ada keterangan mengenai attribut dan method yang digunakan :


Pada keterangan di atas terdapat attribut dan method pada algoritma pembukuan ini. Berikut adalah alur bagaimana method itu berjalan sesuai tugasnya untuk proses pembukuan ini :



     Dari flowchart di atas bisa kita lihat bahwa hal pertama yang terjadi pada pembukuan adalah proses input data, dimulai dari input id,nama,alamat,telp,dan email. Jika sudah semua diinput maka, kita akan cek apakah data yang tadi diinput itu sudah terinput dengan benar dengan menggunakan method tampilkanData(). Terdapat 2 kondisi setelah menampilkan data, yaitu YA atau TIDAK. Jika data yang ditampilkan adalah valid atau sesuai dengan apa yang diinput (YA), maka proses akan selesai. Namun, jika data yang ditampilkan adalah invalid atau tidak sesuai dengan apa yang diinput (TIDAK), maka akan ada proses selanjutnya, yaitu menghapus data yang invalid lalu mengupdatenya menjadi data yang valid, lalu proses selesai.

      Demikian lah algoritma dari proses entry data dalam pembukuan identitas. Terimakasih. Semoga kita bisa saling memberikan manfaat satu sama lain.

Wassalammu'alaikum wa rahmatullah wa barakatuh

Jumat, 06 Januari 2017

Rangkuman materi dari seminar dan pelatihan #softskill

Assalammu'alaikum warahmatullahi wa barakatuh,

      Nggak kerasa semester 3 sebentar lagi udah mau selesai hehe...tapi ada yang nyangkut nih satu pertanyaan buat diri sendiri. Sebagai mahasiswa tentunya bukan lagi siswa yang harus didorongdorong dulu baru mau berkembang. Mahasiswa justru sudah harus lebih mandiri. Salah satu contohnya ikut berperan aktif dalam suatu event baik itu di luar kampus atau di dalam kampus demi mengembangkan potensi softkill nya. Apalagi kalau event itu sesuai dengan minat kita dan tentunya bukan hanya mengharapkan sertifikatnya aja ya hehe :D

      Jujur selama semester 3 ini saya baru mengikuti 3 event dan 1 pelatihan. Oke berikut adalah sertifikat yang diperoleh ( jangan hanya mengharapkan sertifikat tapi ilmunya dibiarin sia-sia lewat gitu aja ).

1.) Pelatihan Online dari sololearn.com 


      Dalam pelatihan online ini, saya belajar bagaimana cara membuat kerangka sebuah web, yaitu dengan HTML. HTML adalah sebuah sebuah bahasa markup dan bukan bahasa pemrograman. HTML salah satu komponen yang dibutuhkan untuk suatu website untuk membuat sebuah desain web. HTML didukung oleh CSS untuk mempercantik tampilannya. Banyak yang keliru antara CSS dan HTML, namun untuk membedakannya sangat lah mudah. Kita analogikan HTML adalah kerangka tulang manusia, nah jika manusia hanya sebuah kerangka tulang saja tidak menarik dilihat bukan ? nah disitu lah fungsi CSS bisa ditemukan. CSS bisa dianalogikan sebagai tampilan luar kita, yaitu seperti kulit, rambut dan kukuk. Tentunya dengan seperti itu manusia akan tertampak lebih enak dipandang bukan ? 

      Saya mengikuti pelatihan ini saat awal semester 3 dan selesai lalu mendapatkan sertifikat sebagai tanda selesainya kursus saya adalah pada bulan agustus. Walau pelatihan ini adalah bersifat fundamental namun saya senang bisa belajar tentang pelajaran yang sebelumnya saya malas untuk pelajari karena terlalu asyik dengan networking hehe. 

2.) Menjadi Panitia di Event Public Speaking Coaching



      Waktu itu saya menjadi panitia dalam acara UKM Fajrul Islam Universitas Gunadarma. Acara ini awalnya diperuntukkan hanya untuk pengurus, tetapi akhirnya dibuka untuk seluruh mahasiswa/i Universitas Gunadarma. Dalam acara ini saya ditempatkan dalam divisi HPDD ( Humas,Publikasi,Desain dan Dokumentasi ). Dalam acara ini saya bertugas untuk mempublikasikan via sosial media dan pamflet yang disebarkan. 

      Di acara ini peserta diajarkan dasar-dasar bagaimana cara ber-public speaking, khususnya untuk mengatasi kegugupan yang sering melanda sebelum bicara. Jadi, ada beberapa tips dan trik yang bisa dilakukan agar tidak terlalu merasa tertekan dan gugup, yaitu pemanasan dengan menarik nafas dan mengatur nafas, bicara dengan suara perut (diafragma) bukan dengan nafas pada dada, dan pemanasan ekspresi wajah agar tidak kaku ketika berbicara.

      Pelajaran yang saya dapat dari event ini adalah saya bisa tahu bagaimana sebuah organisasi menyiapkan sedemikian rupa untuk event yang sudah direncanakan jauh-jauh hari. Memang capek,ribet,dan risih dan apalagi ditambah tugas ini itu tapi harus tetap berdampingan dengan kegiatan organisasi. Namun justru disitulah kita bisa belajar menghargai waktu dan mengatur waktu ( walau saya pribadi masih jauh dari kata " bisa menghargai waktu dan mengatur waktu " hehe ) saya masih sering terlambat masuk kelas ataupun setiap ada pertemuan.


3. ) Menjadi Kontestan Pidato Bahasa Inggris 


      Taraaaa....ini dia hasil saya dari partisispasi dalam lomba pidato bahasa inggris 2 bulan lalu. Memang sih saya bukan juara, apalagi waktu saya di dalam auditorium dan menyaksikan banyak kontestan yang materinya sangat bagus dan tentu juga pembawaannya bagus juga. Ternyata yang dominan ikut kompetisi ini adalah mahasiswa sastra inggris dari berbagai tingkat, dari tingkat 1-4 pun ada dan yang dari mahasiswa komputer hanya beberapa orang saja, kurang dari 10 orang, sedangkan total seluruh peserta adalah 57 peserta. Terbayang kan minoritasnya diriku? Dan mahasiswa dari sastra inggris menyapu bersih semua kategori lomba dan kategori juara. Mulai dari harapan 1 sampai juara 1 dan mulai dari lomba pidato sampai spelling bee itu mereka semua yang dapat. Jadi wajarlah kalau mereka yang juara *cuma mau menghibur diri aja :'D.
  
      Walau saya tidak menjadi juara di dalam kontes itu tetapi saya bisa mengambil pelajaran apa yang bisa saya ambil dari acara itu, yaitu harus mencoba dan terus mencoba dalam hal yang tidak saya mumpuni di dalamnya agar saya tahu seberapa jauh dan seberapa tangguh diri saya untuk berkembang ( bukan untuk membanggakan diri ya, tapi untuk penyemangat pengembangan diri hehe ) dan yang paling terpenting adalah BELAJAR LAGI! WKWK...iya karena saya sadar bahwa kemampuan bahasa inggris saya masih ecek-ecek. So, there's no reason for me to give up :D


4.) Mengikuti Seminar " Game Technology and security "



      Nahhh acara yang satu ini saya suka banget!! Soalnya ini berhubungan dengan minat saya, yaitu dalam bidang ilmu komputer. Di acara itu saya menjadi peserta seminar dan mendapatkan ilmu yang sebelumnya saya belum dapat. Misalnya teknologi-teknologi yang dipakai di dunia game, mulai dari yang lama sampai yang terbaru. Yang terbaru ini, kita tahu bahwa ada teknologi yang dikenal ( Augmented Reality ), apa sih itu Augmented Reality atau yang biasa disebut VR itu ? jadi Augmented Reality adalah sebuah teknologi yang mengubah suatu gambar 2 dimensi pada suatu media ( umunya kertas ) yang bisa ditampilkan secara 3 dimensi ketika sebuah perangkat telfon genggam yang mendukung teknologi ini mengarahkan handphone-nya pada gambar itu. Gambar yang tadinya terlihat 2 dimensi, menjadi 3 dimensi di layar telfon genggam si pengguna dan bahkan ada suara sesuai objek apa yang dilihatnya itu.

      Materi yang kedua adalah soal keamanan jaringan, saya belum begitu paham dengan materi yang satu ini tapi saya bisa mengingat beberapa kasus yang ada hubungannya dengan keamanan jaringan yang waktu itu juga dibahas dalam seminar itu. Ada sebuah kasus yang menimpa seorang user internet dalam deep web ( lingkungan web yang mengandung informasi rahasia ). Ketika sang user mengakses suatu situs dalam deep web itu, komputernya didapati ada hal yang janggal karena hampir semua file-file nya itu dienkripsi sehingga tidak bisa dibuka, jika ingin selamat file-filenya, dia harus membayar kepada sang pembuat malware ( malicious software ), membayar dengan mata uang yang berlaku pada deep web tersebut, yaitu bitcoin. Namun, akhirnya dia memilih untuk menginstall ulang komputernya dan merelakan filenya hilang karena ulah oknum yang tidak bertanggung jawab.


     Nahh itu dia 4 event yang saya ikuti selama semester 3. Mungkin cukup sampai sini dulu postingan hari ini, karena udah malam juga hehe...besok kuliah pagi soalnya :'D pokoknya kesimpulannya adalah " jangan hanya mengharapkan sebuah penghargaan tetapi kita kehilangan begitu saja ilmu yang lewat di depan kita karena penghargaan itu bisa hilang namun ilmu yang bermanfaat itu akan selalu berguna sampai kapan pun " - entahlah dapet kata-kata ini dari mana :'D cuma dapet selewat aja itu kata-katanya hehe....

Wassalammu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Jumat, 14 Oktober 2016

Membuat program virtual ATM pada java

Assalammu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh,

       ~KELOMPOK~

Nama Anggota Kelompok  :
  •  Achdiyat F.T
  • Muhammad Fauzi Islami
  • Muhammad Luthfi
Kelas                                   : 2KB01 ( Sistem Komputer )

UNIVERSITAS GUNADARMA

      Haiiii halo halo haloooo!!!! Selamat datang lagi di blog saya :D kali ini saya akan posting mengenai bagaimana caranya membuat sebuah virtual machine pada mesin ATM ( Automated Teller Machine ) yang sering kita jumpai di setiap sudut mall, rumah sakit atau di bank sekaligus. Pada program ini akan mensimulasikan alur kerja dari sebuah program yang dipasang pada sebuah mesin ATM.

     Okee tanpa panjang lebar lagi, langsung saja kita ke topik pembahasan kita. Berikut adalah output program yang akan kita buat nanti :




      Itu hanya contoh dari fungsi dari mesin ATM itu sendiri, misalnya pada gambar di atas saya hanya cek saldo, namun masih ada lagi seperti transfer, tarik tunai, histori transaksi, dan keluar dari program ATM. Bagaimana code nya ? Pertama buatlah kelas dengan nama Bank (misalnya). Berikut adalah Listing Code dari program mesin ATM ini :


package atm;
import java.io.*;
class Bank {
public static void main (String args[]) {
BufferedReader input=new BufferedReader (new InputStreamReader (System.in)); {
int pin, konfirmasi_pin, option, saldo, proses, jum_transfer, no_rekening, penarikan; // Variabel
saldo=3000000;
no_rekening=24115593;
jum_transfer= 0;
penarikan=0;
try {
System.out.println ("------------ATM-----------");
System.out.println (" SELAMAT DATANG ");
System.out.println (" BANK SENDIRI ");
System.out.println (" ");
System.out.println ("--------------------------");
System.out.println ("SILAHKAN INPUTKAN PIN ANDA");
System.out.print ("-> ");
pin=Integer.parseInt(input.readLine()); // Inputan
if (pin == 24115593) // Kondisi If
{ do { // Kondisi Do While
System.out.println ("\n--------------------------");
System.out.println ("MENU TRANSAKSI ANDA");
System.out.println ("Muhammad Fauzi Islami");
System.out.println ("SILAHKAN PILIH OPTION");
System.out.println ("-> 1. INFO SALDO");
System.out.println ("-> 2. TRANSFER");
System.out.println ("-> 3. TARIK TUNAI");
System.out.println ("-> 4. HISTORY TRANSAKSI");
System.out.println ("-> 5. KELUAR");
System.out.println ("--------------------------");
System.out.print ("OPTION -> ");
option=Integer.parseInt(input.readLine());
switch (option) { // Perulangan Case
case 1:
System.out.println ("================================");
System.out.println ("SALDO ANDA SAAT INI : " +saldo);
System.out.println ("================================");
break;
case 2:
System.out.println ("=================================");
System.out.println ("TRANSFER DANA KE BANK LAIN ");
System.out.println ("=================================");
System.out.print( "Masukan No Rekening : " );
no_rekening=Integer.parseInt(input.readLine());
System.out.print( "Masukan Jumlah Transfer : " );
jum_transfer=Integer.parseInt(input.readLine());
System.out.println("PIN ANDA : ");
pin=Integer.parseInt(input.readLine());
System.out.println ("KONFIRMASI PIN ANDA : ");
konfirmasi_pin=Integer.parseInt(input.readLine());
if (konfirmasi_pin == pin) { // Pencocokan PIN
System.out.println ("> PIN MATCH : OK ");
}
else {
System.out.println ("> PIN NOT MATCH. Trasaksi Batal");
System.exit(0);
}
if (jum_transfer <= (saldo-20000)) { // Cek saldo memenuhi aturan transfer
System.out.println ("> SALDO : OK");
}
else {
System.out.print ("--> SALDO TIDAK CUKUP UNTUK TRANSFER. Trasaksi Batal");
}
if (no_rekening == 63240023) { // Cek kevalidan No rekening
System.out.println (" -> No Rekening = " +no_rekening);
System.out.println (" -> Nama Penerima = Achdiyat Luthfi");
System.out.println (" -> Jumlah Transfer = " +jum_transfer);
System.out.println (" TRANSAKSI BERHASIL !"); }
else {
System.out.println ("No Rekening tidak terdaftar. Transaksi BATAL");
}
saldo=saldo-jum_transfer ;
break;
case 3:
System.out.println ("=================================");
System.out.println ("PENARIKAN UANG ");
System.out.println ("=================================");
System.out.print ("Masukan jumlah uang >> ");
penarikan=Integer.parseInt(input.readLine());
System.out.println ("Saldo Awal : " +saldo);
System.out.println ("Penarikan : " +penarikan);
saldo=saldo-penarikan;
System.out.println ("Saldo akhir : " +saldo);
for ( int i=0; i<=1; i++ ){
System.out.print ("\nPIN ANDA : ");
pin=Integer.parseInt(input.readLine());
}
if (pin == 24115593) {
System.out.println ("-> PIN MATCH ");
}
else {
System.out.println ("-> PIN NOT MATCH. Trasaksi Batal");
}
if (penarikan >= (saldo-50000))
{
System.out.println ("-> SALDO TIDAK CUKUP : TRANSAKSI GAGAL !");
}
else{
System.out.println ("TRANSAKSI BERHASIL");
}
break;
case 4:
System.out.println ("=================================");
System.out.println ("HISTORY TRANSAKSI");
System.out.println ("=================================");
System.out.println ("Transksi Terakhir");
System.out.println ("Penarikan Uang :"+ penarikan);
System.out.println ("Trasfer Uang :"+ jum_transfer);
System.out.println ("Saldo Akhir :"+ saldo);
break;
default:
System.out.println ("TERIMA KASIH TELAH MENGGUNAKAN BANK ABC");
}
System.out.println ("\nTEKAN 0 UNTUK KEMBALI KE MENU");
System.out.print ("->> ");
proses=Integer.parseInt(input.readLine());
++proses;
}
while ( proses <= 2);
}
else {
System.out.println ("PIN ANDA SALAH !\nHUBUNGI KANTOR CABANG TERDEKAT atau CALL 085312867629");
}
}
catch (IOException e)
{
System.out.print("");
}
catch (NumberFormatException e)
{
System.out.println("PIN ANDA BUKAN ANGKA !");
}
}
}
}


coba copy lalu paste pada code editor lalu sesuaikan dengan nama package dan class yang sudah sobat buat sebelumnya. Disini saya asumsikan bahwa sobat sudah bisa membuat projek baru di menu file dan juga sudah bisa membuat kelasnya. Lalu, sobat run atau tekan saja shift + F6. Jika berhasil, maka akan tertampil tampilan untuk memasukkan pin seperti gambar berikut :


Jika tampilan seperti di atas sudah keluar dan tidak ada error maka projek ini telah berhasil! Yeahhhh!
Nah ini ada usecase diagram nya mengenai penggunaan dari nasabah ke mesin ATM.



Dan berikut di bawah ini adalah daftar method dan attribute yang dipakai :


Gimana? udah bisa belum programnya? maaf belum bisa jelasin satu per satu fungsi dari masing-masing code nya karena juga keterbatasan waktu :'D masih ada tugas kuliah yang menunggu :'D yaudah cukup sekian postingan kali ini. Semoga kita semua dapat mengambil pelajaran yang berharga dari postingan ini ( bermanfaat ). Terimakasih.

Wassalammu'alaikum wa arahmatullahi wa barakatuh

Jumat, 07 Oktober 2016

Ilmu Statistika

Assalammu'alaikum wa rahmatulahi wa barakatuh,


       Haiii!! Selamat siang teman-teman! hari ini saya mau posting artikel tentang apa yang saya pelajari di mata kuliah softskill statistika di pertemuan pertama. Di postingan ini saya akan menjabarkan sedikit mengenai apa saja jenis dari ilmu statistika dan berikut rumus-rumusnya, tapi nggak sampai mendetail ko :D soalnya saya juga tau ilmu saya baru sampai mana, khususnya di mata kuliah eksak hehehe.

       Okee langsung saja kita ke topik obrolan. Check this out!

A. Pengertian Statistika :

       Statistika adalah metode ilmiah yang mempelajari bagaimana merencanakan, mengumpulkan, menganalisis, menginterpretasi, dan mempresentasikan data. Singkatnya, statistika adalah ilmu yang berkenaan dengan data. Istilah 'statistika' dan 'statistik' sangat lah berbeda jika ditilik dari segi arti. Statistika adalah ilmu yang didasarkan dengan adanya data, sedangkan statistik adalah data atau informasi yang telah diolah melalui algoritma statistika pada suatu data.

Jenis-Jenis Ilmu Statistika :

 
Dari gambar di atas, berikut adalah penjelasannya :

1.) Statistika Deskriptif

      Statistika Deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul.

2.) Statistika Induktif

      Statistika Induktif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisa data sampel, dan hasilnya akan digeneralisasikan untuk populasi dimana sampel berada.

Studi kasusnya misalnya adalah suatu kegiatan penelitian dalam bidang komputer:
      
      " Saya ingin mengetahui penyebab kecepatan internet di Laboratoium Sekolah, apakah benar semakin banyak user yang menggunakan internet akan memperlambat kecepatan internet ?. Nah berangkat dari masalah tersebut maka saya membutuhkan data untuk mengetahui data-data kecepatan internet pada saat usernya hanya 1 orang, kemudian pada saat usernya 2 orang, 3 orang dan seterusnya, sampai semua komputer terpakai semua misalnya, nah data-data tersebut disajikan menggunakan Statistik Deskriptif, setelah itu untuk mengetahui seberapa besar sih, pengaruh banyak user terhadap kecepatan internet ? nah disinilah data-data tersebut perlu dilakukan analisis secara Inferensial atau Induktif, sehingga nantinya diharapkan bisa dibuat suatu kesimpulan yang bisa dijadikan pedoman dalam pengambilan keputusan disuatu tempat yang diteliti."

Ukuran Pemusatan Data dan Ukuran Penyebaran Data :

1.) Ukuran Pemusatan Data
       
      Ukuran pemusatan data yaitu mencari sebuah nilai yang dapat mewakili dari suatu rangkaian data. Adapun istilah lain dari ukuran pemusatan data adalah ukuran tendensi sentral. 

  •     Macam-macam ukuran pemusatan data :
      a)      Rata-rata hitung (mean)
      b)      Rata-rata harmonis (harmonic mean)
      c)      Rata-rata ukur (geometric mean)
      d)     Median
      e)      Modus
      f)       Rata-rata gabungan
      g)      Mean dengan rata-rata sementara
  •      Rumus untuk menentukan nilai ukuran pemusatan data :
      a)      Rata-rata hitung
      X = total x / n 
      b)      Rata-rata harmonis
      H =  n / total setengah x
c)      Rata-rata ukur
      GM = akar x1, x2, x3,...., xi
      d)     Median
                 Me = jumlah dua data ditengah / 2
      e)      Modus merupakan data yang sering muncul.
 
2.) Ukuran Penyebaran Data
 
              Ukuran penyebaran data adalah suatu ukuran untuk mengetahui seberapa jauh penyebaran data dari nilai rata-ratanya. Istilah lain dari ukuran penyebaran data adalah ukuran dispersi.

  •     Macam-macam ukuran penyebaran data:
a)      Jangkauan atau dengan istilah lain yaitu range.
b)      Simpangan rata-rata
c)      Varians
d)     Quartil
e)      Jangkauan quartil
  •       Beberapa rumus untuk menentukan nilai ukuran penyebaran data :
a.      Range
R = Xt – Xr
b.      Simpangan rata-rata
Sr = total x - i dibagi n
c.      Varians
V = (total x - i)kuadrat dibagi n
d.      Jangkauan quartil
Jq = q3 - q1
 
 
 
       Demikian lah beberapa penjelasan mengenai ilmu statistika. Mohon maaf bila masih ada kekurangan. Oh iya ini bukan murni tulisan saya loh hehe saya cuma nambahin beberapa aja dan yang lainnya saya ambil dari alamat ini :
 
 
Wassalammu'alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh.
 


 
 

 
 
 

 
      
 


Senin, 18 April 2016

Ragam dan Fungsi Bahasa

TUGAS SOFTSKILL
BAHASA INDONESIA
“RAGAM DAN FUNGSI BAHASA”


















Disusun oleh        :
Nama                   : Muhammad Fauzi Islami
NPM                    : 24115593
Kelas                     : 1KB04



FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA
ATA 2015/2016



RAGAM BAHASA

A. Pengertian Ragam Bahasa

Ragam Bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicara. Ragam bahasa yang oleh penuturnya dianggap sebagai ragam yang baik , yang biasa digunakan di kalangan terdidik, di dalam karya ilmiah (karangan teknis, perundang-undangan), di dalam suasana resmi, atau di dalam surat menyurat resmi (seperti surat dinas) disebut ragam bahasa baku atau ragam bahasa resmi.
Menurut Dendy Sugono, bahwa sehubungan dengan pemakaian bahasa Indonesia, timbul dua masalah pokok, yaitu masalah penggunaan bahasa baku dan tak baku. Dalam situasi resmi, seperti di sekolah, di kantor, atau di dalam pertemuan resmi digunakan bahasa baku. Sebaliknya dalam situasi tak resmi, seperti di rumah, di taman, di pasar, kita tidak dituntut menggunakan bahasa baku. 

B.  Macam – Macam Ragam Bahasa
1.    Ragam Bahasa Indonesia Berdasarkan Media
Di dalam bahasa Indonesia disamping dikenal kosa kata baku, bahasa Indonesia dikenal pula kosa kata bahasa Indonesia ragam baku, yang sering disebut sebagai kosa kata baku bahasa Indonesia baku. Kosa kata baku bahasa Indonesia, memiliki ciri kaidah bahasa Indonesia ragam baku, yang dijadikan tolak ukur yang ditetapkan berdasarkan kesepakatan penutur bahasa Indonesia, bukan otoritas lembaga atau instansi didalam menggunakan bahasa Indonesia ragam baku. Jadi, kosa kata itu digunakan di dalam ragam baku bukan ragam santai atau ragam akrab. Walaupun demikian, tidak menutup kemungkinan digunakannya kosa kata ragam baku di dalam pemakian ragam-ragam yang lain asal tidak mengganggu makna dan rasa bahasa ragam yang bersangkutan.
Suatu ragam bahasa, terutama ragam bahasa jurnalistik dan hukum, tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan bentuk kosa kata ragam bahasa baku agar dapat menjadi panutan bagi masyarakat pengguna bahasa Indonesia. Perlu diperhatikan ialah kaidah tentang norma yang berlaku yang berkaitan dengan latar belakang pembicaraan (situasi pembicaraan), pelaku bicara, dan topik pembicaraan. Ragam bahasa Indonesia berdasarkan media dibagi menjadi dua yaitu :
          a) Ragam Bahasa Lisan
Ragam bahasa lisan dalah ragam bahasa yang diungkapkan melalui media lisan, terkait oleh ruang dan waktu sehingga situasi pengungkapan dapat membantu pemahaman. Ragam bahasa baku lisan didukung oleh situasi pemakaian. Namun, hal itu tidak mengurangi ciri kebakuannya. Walaupun demikian, ketepatan dalam pilihan kata dan bentuk kata serta kelengkapan unsur-unsur  di dalam kelengkapan unsur-unsur di dalam struktur kalimat tidak menjadi ciri kebakuan dalam ragam baku lisan karena situasi dan kondisi pembicaraan menjadi pendukung di dalam memahami makna gagasan yang disampaikan secara lisan. Pembicaraan lisan dalam situasi formal berbeda tuntutan kaidah kebakuannya dengan pembicaraan lisan dalam situasi tidak formal atau santai. Jika ragam bahasa lisan dituliskan, ragam bahasa itu tidak dapat disebut sebagai ragam tulis, tetapi tetap disebut sebagai ragam lisan, hanya saja diwujudkan dalam bentuk tulis. Oleh karena itu, bahasa yang dilihat dari ciri-cirinya tidak menunjukkan ciri-ciri ragam tulis, walaupun direalisasikan dalam bentuk tulis, ragam bahasa serupa itu tidak dapat dikatakan sebagai ragam tulis. Berikut adalah ciri-ciri ragam lisan :
1.      Memerlukan orang kedua atau teman bicara;
2.      Tergantung situasi, kondisi, ruang & waktu;
3.      Hanya perlu intonasi serta bahasa tubuh.
4.      Berlangsung cepat;
5.      Sering dapat berlangsung tanpa alat bantu;
6.      Kesalahan dapat langsung dikoreksi;
7.      Dapat dibantu dengan gerak tubuh dan mimik wajah serta intonasi.
   
Yang termasuk dalam ragam lisan diantaranya pidato, ceramah, sambutan, berbincang-bincang, dan masih banyak lagi. Semua itu sering digunakan kebanyakan orang dalam kehidupan sehari-hari, terutama ngobrol atau berbincang-bincang, karena tidak diikat oleh aturan-aturan atau cara penyampaian seperti halnya pidato ataupun ceramah.
     b) Ragam Bahasa Tulis
Ragam bahasa tulis adalah bahasa yang dihasilkan dengan memanfaatkan tulisan dengan huruf sebagai unsur dasarnya. Dalam ragam tulis, kita berurusan dengan tata cara penulisan (ejaan) di samping aspek tata bahasa dan kosa kata. Dengan kata lain dalam ragam bahasa tulis, kita dituntut adanya kelengkapan unsur tata bahasa seperti bentuk kata ataupun susunan kalimat, ketepatan pilihan kata, kebenaran penggunaan ejaan, dan penggunaan tanda baca dalam mengungkapkan ide.
Contoh dari ragam bahasa tulis adalah surat, karya ilmiah, surat kabar, dll. Dalam ragam bahasa tulis perlu memperhatikan ejaan bahasa indonesia yang baik dan benar. Terutama dalam pembuatan karya-karya ilmiah. Berikut adalah ciri-ciri ragam bahasa tulis :
1.      Tidak memerlukan kehadiran orang lain;
2.      Tidak terikat ruang dan waktu;
3.      Kosa kata yang digunakan dipilih secara cermat;
4.      Pembentukan kata dilakukan secara sempurna;
5.      Kalimat dibentuk dengan struktur yang lengkap;
6.      Paragraf dikembangkan secara lengkap dan padu;
7.      Berlangsung lambat;
8.      Memerlukan alat bantu.


2.      Ragam Bahasa Berdasarkan Penutur
a)      Ragam Bahasa Berdasarkan Daerah (logat/dialek)
Luasnya pemakaian bahasa dapat menimbulkan perbedaan pemakaian bahasa. Bahasa Indonesia yang digunakan oleh orang yang tinggal di Jakarta berbeda dengan bahasa Indonesia yang digunakan di Jawa Tengah, Bali, Jayapura, dan Tapanuli. Masing-masing memiliki ciri khas yang berbeda-beda. Misalnya logat bahasa Indonesia orang Jawa Tengah tampak pada pelafalan “b” pada posisi awal saat melafalkan nama-nama kota seperti Bogor, Bandung, Banyuwangi, dan lain-lain. Logat bahasa Indonesia orang Bali tampak pada pelafalan “t” seperti pada kata ithu, kitha, canthik, dll.
b)     Ragam Bahasa Berdasarkan Pendidikan Penutur
Bahasa Indonesia yang digunakan oleh kelompok penutur yang berpendidikan berbeda dengan yang tidak berpendidikan, terutama dalam pelafalan kata yang berasal dari bahasa asing, misalnya kompleks,vitamin, video, film. Penutur yang tidak berpendidikan mungkin akan mengucapkan komplek, pitamin, pidio, pilem. Perbedaan ini juga terjadi dalam bidang tata bahasa, misalnya ngebawa seharusnya membawa, nyari seharusnya mencari. Selain itu bentuk kata dalam kalimat pun sering menanggalkan awalan yang seharusnya dipakai.
c)      Ragam Bahasa Berdasarkan Sikap Penutur
Ragam bahasa dipengaruhi juga oleh setiap penutur terhadap kawan bicara (jika lisan) atau sikap penulis terhadap pembaca (jika dituliskan) sikap itu antara lain resmi, akrab, dan santai. Kedudukan kawan bicara atau pembaca terhadap penutur atau penulis juga mempengaruhi sikap tersebut. Misalnya, kita dapat mengamati bahasa seorang bawahan atau petugas ketika melapor kepada atasannya. Jika terdapat jarak antara penutur dan kawan bicara atau penulis dan pembaca, akan digunakan ragam bahasa resmi atau bahasa baku. Makin formal jarak penutur dan kawan bicara akan makin resmi dan makin tinggi tingkat kebakuan bahasa yang digunakan. Sebaliknya, makin rendah tingkat keformalannya, makin rendah pula tingkat kebakuan bahasa yang digunakan.

Berikut adalah pemakaian bahasa baku, antara lain:
1.      Pembicaraan di muka umum, misalnya pidato kenegaraan, seminar, rapat dinas memberikan kuliah/pelajaran.
2.      Pembicaraan dengan orang yang dihormati, misalnya dengan atasan, dengan guru/dosen, dan dengan pejabat.
3.      Komunikasi resmi, misalnya surat dinas, surat lamaran pekerjaan, dan undang-undang.
4.      Wacana teknis, misalnya laporan penelitian, makalah, tesis, dan disertasi.

3.      Ragam Bahasa Menurut Pokok Pesoalan atau Bidang Pemakaian
Dalam kehidupan sehari-hari banyak pokok persoalan yang dibicarakan. Dalam membicarakan pokok persoalan yang berbeda-beda ini kita pun menggunakan ragam bahasa yang berbeda. Ragam bahasa yang digunakan dalam lingkungan agama berbeda dengan bahasa yang digunakan dalam lingkungan kedokteran, hukum, dan pers. Bahasa yang digunakan dalam lingkungan politik, berbeda dengan bahasa yang digunakan dalam lingkungan ekonomi atau perdagangan, olah raga, seni, atau teknologi. Ragam bahasa yang digunakan menurut pokok persoalan atau bidang pemakaian ini dikenal pula dengan istilah laras bahasa.
Perbedaan itu tampak dalam pilihan atau penggunaan sejumlah kata/peristilahan/ungkapan yang khusus digunakan dalam bidang tersebut, misalnya masjid, gereja, vihara adalah kata-kata yang digunakan dalam bidang agama. Koroner, hipertensi, anemia, digunakan dalam bidang kedokteran. Improvisasi, maestro, kontemporer banyak digunakan dalam lingkungan seni. Kalimat yang digunakan pun berbeda sesuai dengan pokok persoalan yang dikemukakan. Kalimat dalam undang-undang berbeda dengan kalimat-kalimat dalam sastra, kalimat-kalimat dalam karya ilmiah, kalimat-kalimat dalam koran atau majalah dan lain-lain.


FUNGSI BAHASA

1.     Bahasa Sebagai Sarana Komunikasi
Bahasa Indonesia berfungsi sebagai alat komunikasi antara anggota masyarakat. Fungsi tersebut digunakan dalam berbagai lingkungan, tingkatan, dan kepentingan yang beraneka ragam. Misalnya : komunikasi ilmiah, komunikasi bisnis, komunikasi kerja, dan komunikasi sosial, dan komunikasi budaya.
2.     Bahasa Sebagai Sarana Integrasi dan Adaptasi
Dengan bahasa orang dapat menyatakan hidup bersama dalam suatu ikatan. Misalnya : integritas kerja dalam sebuah institusi, integritas karyawan dalam sebuah departemen, integritas keluarga, integritas kerja sama dalam bidang bisnis, integritas berbangsa dan bernegara.
3.     Bahasa Sebagai Sarana Kontrol Sosial
Bahasa sebagai kontrol sosial berfungsi untuk mengendalikan komunikasi agar orang yang terlibat dalam komunikasi dapat saling memahami. Masing – masing mengamati ucapan, perilaku, dan simbol – simbol lain yang menunjukan arah komunikasi. Bahasa kontrol ini dapat diwujudkan dalam bentuk : aturan, anggaran dasar, undang – undang dan lain – lain.
4.     Bahasa Sebagai Sarana Memahami Diri
Dalam membangun karakter seseorang harus dapat memahami dan mengidentifikasi kondisi dirinya terlebih dahulu. Ia harus dapat menyebutkan potensi dirinya, kelemahan dirinya, kekuatan dirinya, bakat, kecerdasan, kemampuan intelektualnya, kemauannya, tempramennya, dan sebagainya. Pemahaman ini mencakup kemampuan fisik, emosi, inteligensi, kecerdasan, psikis, karakternya, psikososial, dan lain – lain. Dari pemahaman yang cermat atas dirinya, seseorang akan mampu membangun karakternya dan mengorbitkannya ke arah pengembangan potensi dan kemampuannya menciptakan suatu kreativitas baru.

5.     Bahasa Sebagai Sarana Ekspresi Diri
Bahasa sebagai ekspresi diri dapat dilakukan dari tingkat yang paling sederhana sampai yang paling kompleks atau tingkat kesulitan yang sangat tinggi. Ekspresi sederhana, misalnya, untuk menyatakan cinta (saya akan senatiasa setia, bangga dan perhatian kepadamu), lapar (sudah saatnya kita makan siang).
6.     Bahasa Sebagai Sarana Memahami Orang Lain
Untuk menjamin efektifitas komunikasi, seseorang perlu memahami orang lain, seperti dalam memahami dirinya. Dengan pemahaman terhadap seseorang, pemakaian bahasa dapat mengenali berbagai hal mencakup kondisi pribadinya: intelektual, emosional, kecerdasan, karakter, paradigma, yang melandasi pemikirannya, tipologi dasar tempramennya (sanguinis, melankolis, kholeris, flagmatis), bakatnya, kemampuan kreativitasnya, kemampuan inovasinya, motivasi pengembangan dirinya, dan lain – lain.
7.     Bahasa Sebagai Sarana Mengamati Lingkungan Sekitar
Bahasa sebagai alat untuk mengamati masalah tersebut harus diupayakan kepastian konsep, kepastian makna, dan kepastian proses berfikir sehingga dapat mengekspresikan hasil pengamatan tersebut secara pasti. Misalnya apa yang melatar belakangi pengamatan, bagaimana pemecahan masalahnya, mengidentifikasi objek yang diamati, menjelaskan bagaimana cara (metode) mengamati, apa tujuan mengamati, bagaimana hasil pengamatan,. dan apa kesimpulannya.
8.     Bahasa Sebagai Sarana Berfikir Logis
Kemampuan berfikir logis memungkinkan seseorang dapat berfikir logis induktif, deduktif, sebab – akibat, atau kronologis sehingga dapat menyusun konsep atau pemikiran secara jelas, utuh dan konseptual. Melalui proses berfikir logis, seseorang dapat menentukan tindakan tepat yang harus dilakukan. Proses berfikir logis merupakan hal yang abstrak. Untuk itu, diperlukan bahasa yang efektif, sistematis, dengan ketepatan makna sehingga mampu melambangkan konsep yang abstrak tersebut menjadi konkret.

9.     Bahasa Membangun Kecerdasan
Kecerdasan berbahasa terkait dengan kemampuan menggunakan sistem dan fungsi bahasa dalam mengolah kata, kalimat, paragraf, wacana argumentasi, narasi, persuasi, deskripsi, analisis atau pemaparan, dan kemampuan mengunakan ragam bahasa secara tepat sehingga menghasilkan kreativitas yang baru dalam berbagai bentuk dan fungsi kebahasaan.
10.                       Bahasa Mengembangkan Kecerdasan Ganda
Selain kecerdasan berbahasa, seseorang dimungkinkan memiliki beberapa kecerdasan sekaligus. Kecerdasan – kecerdasan tersebut dapat berkembang secara bersamaan. Selain memiliki kecerdasan berbahasa, orang yang tekun dan mendalami bidang studinya secara serius dimungkinkan memiliki kecerdasan yang produktif. Misalnya, seorang ahli program yang mendalami bahasa, ia dapat membuat kamus elektronik, atau membuat mesin penerjemah yang lebih akurat dibandingkan yang sudah ada.
11.                       Bahasa Membangun Karakter
Kecerdasan berbahasa memungkinkan seseorang dapat mengembangkan karakternya lebih baik. Dengan kecerdasan bahasanya, seseorang dapat mengidentifikasi kemampuan diri dan potensi diri. Dalam bentuk sederhana misalnya : rasa lapar dan rasa cinta. Pada tingkat yang lebih kompleks , misalnya : membuat proposal yang menyatakan dirinya akan membuat suatu proyek, kemampuan untuk menulis suatu laporan.
12.                       Bahasa Mengembangkan Profesi
Proses pengembangan profesi diawali dengan pembelajaran dilanjutkan dengan pengembangan diri (kecerdasan) yang tidak diperoleh selama proses pembelajaran, tetapi bertumpu pada pengalaman barunya. Proses berlanjut menuju pendakian puncak karier / profesi. Puncak pendakian karier tidak akan tercapai tanpa komunikasi atau interaksi dengan mitra, pesaing dan sumber pegangan ilmunya. Untuk itu semua kaum profesional memerlukan ketajaman, kecermatan, dan keefektifan dalam berbahasa sehingga mampu menciptakan kreatifitas baru dalam profesinya.

13.                       Bahasa Sarana Menciptakan Kreatifitas Baru
Bahasa sebagai sarana berekspresi dan komunikasi berkembang menjadi suatu pemikiran yang logis dimungkinkan untuk mengembangkan segala potensinya. Perkembangan itu sejalan dengan potensi akademik yang dikembangkannya. Melalui pendidikan yang kemudian berkembang menjadi suatu bakat intelektual. Bakat alam dan bakat intelektual ini dapat berkembang spontan menghasilkan suatu kretifitas yang baru.